

Mematikan sistem autoplay yang ada di komputer kita
Virus komputer biasanya memanfaatkan sistem autoplay yang ada di komputer untuk masuk ke sistem komputer. Maka, pencegahan pertama yang bisa Anda ambil adalah dengan mematikan sistem autoplay yang ada di komputer. Caranya:
Sekarang sistem Autoplay Anda sudah dimatikan. Perlu untuk diketahui mati atau tidaknya sistem autoplay tidak berpengaruh pada kinerja komputer. Jadi Anda tidak perlu khawatir melakukan hal ini.
Oleh: Ulis Tofa, Lc
Syariat berkurban merupakan warisan ibadah yang paling tua. Karena berkurban mulai diperintahkan saat Nabiyullah Adam ‘alaihis salam tidak menemukan cara yang adil dalam menikahkan anak-anaknya yang kembar. Meskipun sudah diputuskan menikah secara silang. Sampai akhirnya Allah swt mewahyukan agar kedua anak Adam, Habil dan Qabil melaksanakan kurban untuk membuktikan siapa yang diterima. Habil berkurban dengan ternaknya –unta- dan Qabil berkurban dengan tanamannya –gandum-.
Sampai disini Allah swt sebenarnya ingin menguji hamba-hamba-Nya, mana yang dengan suka-rela menerima perintahnya, dan mana yang menentangnya. Habil dengan ikhlas mempersembahkan kurbannya dan karenanya diterima. Sedangkan Qabil karena tidak tulus dalam menjalankan perintah berkurban, tidak diterima, sehingga dengan nekad juga ia membunuh saudaranya, inilah peristiwa pembunuhan pertama dalam sejarah umat manusia.
Syariat berkurban dilanjutkan dengan Nabi-Nabi berikutnya.
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ (34)
“Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, Karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” QS. Al-Hajj : 34
Peristiwa berkurban paling fenomenal dibuktikan oleh Bapak Tauhid, Khalilullah, Ibrahim Alaihissalam. Ibrahim yang menanti seorang putra sejak lama itu diperintahkan Allah swt untuk menyembelih putra semata wayangnya, Isma’il alaihissalam. Ujian berat menyergapnya, antara melaksanakan perintah Allah swt atau membiarkan hidup putranya dengan tidak melaksanakan perintah Allah swt, toh putranya nanti akan melanjutkan perjuangan bapaknya. Alasan ini kelihatan begitu rasional. Bisa menjadi pembelaan diri dan pembenaran pilihan.
Namun, Ibrahim sudah teruji ketaatannya kepada Allah swt. sehingga tiada ragu ia akan melaksanakan perintah Allah swt. Perintah itu dikomunikasikan dengan putranya Isma’il. Betapa bangganya sang ayah yang mendengar ketegasan putranya, “Wahai Ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Engkau akan menemukan diriku termasuk orang yang penyabar.”
Rangkaian kisah hebat itu Allah swt rekam dalam Al-Qur’an,
“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan kami panggillah dia: “Hai Ibrahim. Sesungguhnya kamu Telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian. (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” A(s-Shaffat:100-110)
Nikmat Allah
Syariat itu kembali diaktualisasikan oleh nabi akhir zaman, Nabiyullah Muhammad saw dan kita sebagai umatnya. Perintah itu digambarkan dalam surat pendek, surat Al-Kautsar: 1-3
“Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”
Sebelum Allah swt memerintahkan berkurban, terlebih dulu Allah swt mengingatkan betapa nikmat pemberian Allah swt begitu banyak “Al Kaustar”, atau juga berarti telaga kautsar di surga.
Kalau kita mencoba merenung, nikmat Allah swt yang besar adalah nikmat diciptakanya kita sebagai manusia. Makhluk Allah swt yang paling mulya dan paling baik bentuknya, “ Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (At-Tiin:4)
Nikmat menjadi peran khalifatullah fil ardli, perwakilan Allah swt untuk memakmurkan bumi dan isinya. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (Al-Baqarah:30)
Nikmat anggota badan yang begitu menakjubkan dan luar biasa. Betapa sangat mahalnya kesehatan itu ketika satu mata dihargai ratusan juta. Makanya Allah swt kembali mengingatkan “Dan pada diri kalian, apakah kalian tidak memperhatikan?” (Adz-Dzariyat:21)
Dan yang paling besar anugerah Allah swt adalah nikmat Iman dan Islam. Ini digambarkan Allah sendiri,
”Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Ma’idah:3)
Hakekat Berkurban
Setelah Allah swt menyebut nikmat-nikmat yang begitu banyak itu, Allah swt mengingatkan hamba-hamba-Nya agar mau melaksanakan perintah-perintah-Nya: perintah shalat lima waktu atau shalat Idul Adha dan berkurban sebagai bukti rasa syukur kepada-Nya.
Bahkan Rasulullah saw memerintahkan berkurban dengan bahasa yang tegas dan lugas bahkan disertai ancaman. Ancaman untuk tidak dekat-dekat dengan tempat shalat atau dengan istilah lain tidak diakui menjadi umat Muhammad.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
“Dari Abu Hurairah ra., nabi Muhammad saw bersabda, “Barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berkurban, maka janganlah ia menghampiri (mendekati) tempat shalat kami”. (Hadits Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah).
Berkurban tidak sekedar mengalirkan darah binatang ternak, tidak hanya memotong hewan kurban, namun lebih dari itu, berkurban berarti ketundukan total terhadap perintah-perintah Allah swt dan sikap menghindar dari hal-hal yang dilarang-Nya.
Allah swt ingin menguji hamba-hamba-Nya dengan suatu perintah, apakah ia dengan berbaik sangka kepada-Nya dan karenanya melaksanakan dengan baik tanpa ragug-ragu? Laksana Nabiyullah Ibrahim.
Berkurban adalah berarti wujud ketaatan dan peribadatan seseorang, dan karenanya seluruh sisi kehidupan seseorang bisa menjadi manifestasi sikap berkurban.
Atau seperti Qabil yang menuruti logika otaknya dan kemauan syahwatnya, sehingga dengan perintah berkurban itu, ia malah melanggar perintah Allah swt dengan membunuh saudara kembarnya sendiri? Ia berusaha mensiasati perintah Allah swt dengan kemauannya sendiri yang menurutnya baik. Namun di situlah letak permasalahannya: ia tidak percaya perintah Allah swt.?
Berkurban juga berarti upaya menyembelih hawa nafsu dan memotong kemauan syahwat yang selalu menyuruh kepada kemunkaran dan kejahatan.
Sumber : Disini
Pendapat tersebut disampaikan oleh dua orang nara sumber yang berbeda profesi dan latar belakang, dalam acara talkshow pendidikan, Sabtu (9/7), di gedung pertemuan Jati Indah. Kegiatan dengan tema ”Mendidik anak dengan motivasi dan keteladanan”, di selenggarakan oleh BMT Binamas, menghadirkan dua orang nara sumber. Yaitu Budi Setiadi, seorang pekerja pasar yang mampu menyekolahkan anak-anknya hingga ke luar negeri. Sedangkan pembicara kedua, Sus Budiarto SPi MSi, dosen Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Dalam buku autobiografinya “Menembus Batas”, Budi Setiadi, diantaranya memuat kisah hidupnya sebagai seorang pegawai honorer tukang menarik bea pasar, di pasar Klewer Surakarta. Gajinya hanya sekitar Rp 450.000, untuk membiayai hidup keluarganya dan pendidikan dengan 6 orang anak. Dengan segala keterbatasnnya, namun ia mampu memberikan yang terbaik untuk pendidikan anaknya. Melalui kepercayaan dan berserah diri kepada ALLAH SWT, ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang strata-2.
Anak pertama, saat ini sedang menempuh pendidikan S-2 di Jerman. Anak kedua, di Tehnik Mesin ITB. Anak ketiga, Tehnik Geodesi UGM. Anak ke empat, Psikologi UGM. Anak kelima di Madrasah Tsanawiyah, dan yang bungsu duduk di sekolah dasar. Namun semua anaknya selalu meraih ranking pertama di sekolahnya. Pada kesempatan tesebut, ia memberikan tip dalam mendidik anak-anaknya.
Dikemukakan oleh Budi Setiadi, bahwa anak perlu motivasi dan ketauladanan. Kita jangan sekali-kali menyalahkan bahkan memvonis si anak salah. Karena dengan tindakan tersebut, si anak akan minder dan takut untuk melakukan tindakan, demikian seterusnya. Namun sebaliknya, bila anak diberi dorongan, maka ia akan semakin pecaya diri.
Ia mengakui tiap anak mepunyai karakter yang berbeda-beda, kendati satu keluarga. Dengan demikian, kemampuan anakpun akan berbeda-beda pula. Pada anak usia dini, ia menyarankan agar anak diberi kebebasan untuk bermain, sesuai keinginannnya. “Alangkah baiknya pada usia tersebut memilih sekolah yang memiliki alat permainan yang banyak. Karena dengan bermain, dengan sendirinya akan mengisi memori anak,” sarannya.
Menyinggung keterbatasan biaya, ia yakin selama kita berserah diri, ada jalan keluarnya. Apalagi sekarang banyak beasiswa yang diberikan kepada masyarakat. Dalam bukunya, ia mengajak agar masyarakat kurang mampu termotivasi bisa menembus batas kemampuannya.
Pembicara lain, Sus Biarto SPi MSi, lebih mengamini pendapat pembicara pendahulunya. Ia menekankan agar anak pada usia dini lebih diberi keleluasaan untuk bermain. Untuk memberikan pendidikan kepada anak, ia lebih menekankan pada pemberian motivasi dan ketauladanan. Selaku orang tua hendaknya memberikan contoh baik kepada anak. Dengan demikian, anaknya akan mencontoh perilaku orang tuanya.
“Sebagai orang Muslim, kita contoh sosok Nabi Muhammad. Sosok nabi bisa dicontoh dari segi fisiknya, juga bisa dicontoh perilakuya. Jangan anak disuruh belajar, sementara orang tuanya tidak memberi perhatian,” pesannya.
Bukan jamannya lagi kelas yang hanya berisi ceramah guru sepanjang jam pelajaran. Bukan jamannya lagi guru yang memonopoli pembicaraan dan merasa sudah memberikan hak siswa untuk bertanya dengan menanyakan kepada siswanya, “apakah ada pertanyaan?”
Satu lagi fenomena alam yang menjadi pukulan berat bagi hukum Gravitasi Newton. Di wilayah Santa Cruz, California terdapat suatu fenomena alam yang sangat menakjubkan, dimana di tempat itu banyak terjadi kejanggalan yang mungkin membuat kita clingak-clinguk kebingungan dan keheranan jika mengunjungi tempat tersebut.
Anehnya, walaupun dalam keadaan posisi yang miring dalam skala yang besar, seluruh benda yang ada tidak akan terjatuh atau kehilangan keseimbangannya. Jika mencoba berjalan, langkah kita tetaplah stabil dan berjalan tanpa kesulitan walaupun dalam posisi miring. Bila berkunjung ketempat ini, kita bisa melihat keanehan-kenehan seperti rumah yang terlihat hampir roboh (padahal sebenarnya masih kokoh), sapu yang bisa berdiri sendiri dalam keadaan yang miring, manusia yang dapat berdiri di tembok dan keanehan-keanehan lainnya. Parahnya lagi, dengan adanya fenomena ini, hewan-hewan hutan tidak ada yang mau nongkrong dan mencari makan disekitar “titik misterius”, meraka mungkin ketakutan atau bagaimana?
Saat ini kalian tentu sudah mengenal komputer. Bahkan, mungkin banyak di antara kalian yang memilikinya di rumah. Mesin hitung ini dapat digunakan untuk bermain dan belajar matematika, kimia, fisika maupun pemrograman komputer.
Komputer memang telah menjadi bagian tidak terpisahkan pada kehidupan modern seperti sekarang. Komputer dapat menghadirkan hiburan seperti film, musik dan aneka permainan (games). Di perkantoran, komputer telah menggantikan peran mesin ketik yang dulu sering dipakai untuk mengetik surat.
Selain itu, kemampuan komputer sebagai mesin hitung tidak diragukan lagi. Pemakaiannya pun meluas mulai dari supermarket, bandara, universitas hingga berbagai lembaga penelitian.
Di rumah sakit (hospital), dokter juga memanfaatkan komputer. Misalnya untuk mempelajari tubuh pasien yang hendak dioperasi. Sebelum melakukan pembedahan, dokter memindai tubuh pasien menggunakan mesin pemindai (scanner) CT (Computed Tomography) maupun MRI (Magnetic Resonance Imaging). Data dari mesin tersebut diolah komputer dan diubah menjadi gambar visualisasi tubuh sang pasien. Dengan mempelajari gambar tampilan di layar monitor komputer, dokter dapat menentukan langkah-langkah medis yang akan dilakukannya.
Nah, lalu apa sih superkomputer itu? Apa bedanya dengan komputer yang kita kenal sehari-hari? Apa yang membuatnya jadi super? Komputer apa yang paling perkasa? Agar tidak semakin penasaran, kita bongkar yuk rahasianya!
Superkomputer adalah komputer yang memiliki kecepatan penghitungan jauh lebih unggul daripada komputer biasa yang kita kenal sehari-hari. Dari segi fisik, ukurannya sangat besar. Biasanya perlu ruangan khusus untuk menempatkannya.
Dengan keunggulan yang dimilikinya, superkomputer digunakan untuk menangani berbagai masalah super-rumit. Di antaranya adalah untuk membuat ramalan cuaca yang akurat. Bisa juga dipakai untuk membuat simulasi peledakan senjata nuklir, untuk penelitian astrofisika, elektronika skala nano (nanoscale electronics), komputasi biokimia, kimia kuantum dan bahkan untuk merancang desain kendaraan yang lebih baik.
Hmm, lalu siapa ya yang memakainya?
Superkomputer memang tidak dipakai oleh orang kebanyakan. Mesin hitung canggih yang super ini hanya dipakai oleh kalangan tertentu saja. Biasanya sih dari kalangan militer dan peneliti sains.
Di balik kecanggihannya, teknologi dan cara kerja superkomputer mirip seperti komputer rakitan biasa. Yap! Pada dasarnya, superkomputer merupakan mesin digital seperti halnya komputer laptop yang kamu gunakan. Mesin digital ini menggunakan cara berhitung yang sederhana namun pintar.
Keduanya hanya mengenal dan berhitung menggunakan dua angka yaitu 0 dan 1. Hmm.., ini seperti keadaan listrik yang hanya mengenal "padam" dan "nyala". Dengan hanya mengolah angka 0 dan 1 maka komputer bisa bekerja dengan cara yang lebih sederhana. Proses berhitungnya pun bisa menjadi sangat cepat.
Sistem bilangan yang hanya menggunakan dua angka disebut sistem biner (binary). Angka 0 dan 1 masing-masing disebut bit (singkatan dari binary digit). Bit inilah yang menjadi satuan dasar informasi pada sistem komputer. Selain bit, dikenal pula istilah lain yaitu byte. Byte adalah deretan delapan buah bit.
Bit dan byte menjadi bentuk data yang disimpan di dalam memori komputer. Semakin banyak byte yang bisa diolah di memori komputer, maka akan mempercepat proses penyelesaian suatu masalah.
Memori yang dapat menampung banyak data dan prosesor yang dapat bekerja super cepat merupakan komponen penting dari hardware (perangkat keras) superkomputer.
Kekuatan dua komponen inilah yang membedakan superkomputer dengan komputer biasa.
Selain hardware, bagian yang tidak kalah penting adalah software (perangkat lunak). Sedangkan software terpenting adalah sistem operasi. Dengan adanya sistem operasi inilah kita bisa mengendalikan komputer secara mudah.
Pada komputer biasa, sistem operasi yang sering dipakai adalah Windows, aneka jenis Linux dan Mac OS X. Pada superkomputer, sistem operasi yang banyak digunakan adalah Linux dan UNIX.
Pada kurun waktu beberapa tahun terakhir ini beberapa perusahaan pembuat komputer saling berlomba untuk membuat superkomputer yang tercepat. Contohnya adalah superkomputer ASCI White. Superkomputer buatan IBM ini menjadi mesin hitung yang tercepat pada tahun 2000.
Pada tahun 2002, superkomputer Earth Simulator berhasil mengungguli ASCI White. Earth Simulator dibuat oleh NEC. Superkomputer ini ditempatkan di Earth Simulator Center, Yokohama, Jepang.
Pada tahun 2003, System X membuat kejutan. Meski hanya menempati urutan 3, superkomputer dari Virginia Tech ini pantas diacungi jempol. Selain berbiaya murah, ternyata System X diselesaikan hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan. System X dibuat dengan "merangkai" sejumlah komputer Mac. Sistem operasi di dalamnya adalah Mac OS X.
Pada tahun 2004, kemampuan Earth Simulator dilampaui oleh Blue Gene/L yang dibuat oleh IBM. Superkomputer Blue Gene/L digunakan untuk memecahkan berbagai masalah sains, terutama sains biomolekuler.
Tahun 2008, Roadrunner menjadi pemegang rekor sebagai superkomputer tercepat. IBM menggunakan sistem operasi Linux yaitu Red Hat Enterprise Linux dan Fedora untuk mengendalikan Roadrunner. Superkomputer ini berada di DoE-Los Alamos National Laboratory, New Mexico, Amerika Serikat. National Nuclear Security Administration mengoperasikan Roadrunner untuk penelitian senjata nuklir, sains, industri otomotif dan pesawat.
IBM Roadrunner masih tetap menjadi superkomputer tercepat pada tahun 2009.
Sumber : Disini
Otak mempengaruhi beragam kondisi mental dan emosional yang kita alami. Otak sering juga disebut sebagai grey matter, beratnya sekitar 1,3 kg. Otak terbagi menjadi otak sadar dan otak tak sadar. Otak sadar adalah pusat yang mengatur segala aktivitas yang bersifat vital bagi keberlangsungan hidup. Misalnya, bergerak, lapar, haus, tidur, dan berkembang biak. Sedangkan sistem otak tak sadar yang merupakan bagian dari otak manusia yang mengendalikan semua fungsi-fungsi organ tubuh tanpa perlu anda perintahkan (tanpa anda sadari). Detak jantung, gerak reflek, proses penyembuhan luka, produksi hormon pada kelenjar, produksi keringat, dan termasuk suka proses penuaan badan terjadi karena otak tak sadar kita memerintahkan demikian.
Otak sadar manusia layaknya bongkahan gunung es yang muncul di permukaan. Selebihnya berupa alam bawah sadar yang memiliki kekuatan maha dahsyat. Banyak keberhasilan bisa diperoleh dari mengelola alam bawah sadar.
Pernahkah kita berpikir sejauh mana kemampuan otak kita? Yang kita pahami selama ini, kemampuan otak kita hanyalah secara analistik, namun kita tak pernah menyadari bahwa kemampuan otak manusia tak hanya sekedar analistik. Ada banyak hal yang bisa diungkapkan dalam otak.
Secara garis besar, otak manusia terbagi dalam dua bagian, otak kanan dan otak kiri. Otak kiri memproses segala macam angka, matematika, bahasa, hitung-hitungan dan sebagainya. Sementara otak kanan, memproses segala macam keindahan, tata kata tak lagi tersusun secara verbal. Musik dan warna-warna indah adalah hasil kerja otak kanan.
Hanya sebatas itukah otak kita? Tidak. Laiknya gunung es yang muncul di permukaan, yang tampak hanya 12 persen saja, 88 persen sisanya masih tenggelam di dalam lautan. Yang 12 persen itu disebut sebagai alam atau pikiran sadar (conscious mind). Sisanya, 88 persen, disebut alam bawah sadar (subconsious). Antara alam sadar dan bawah sadar dibatasi se-buah garis filter yang disebut reticular activating system. Garis ini berfungsi melindungi manusia dari informasi-inforrnasi yang tak perlu, sehingga seseorang tetap terlihat sadar dan waras. Nah, selama ini, kemampuan otak yang digunakan oleh manusia hanya 12 persen, sisanya tenggelam dalam diri kita.
Bahasan-bahasan mengenai aktifitas frekwensi gelombang pada otak manusia sangat menarik. Banya perkembangan teknologi sekarang berusaha mengungkap kemampuan otak. Terobosan teknologi penggunaan otak dan pikiran saat ini luas terbukti menentukan keunggulan seseorang dalam profesinya masing-masing.
Bagaimana teknik mengeksplorasi otak dan pikiran tersebut? Semua teknologi yang berusaha mengeksplorasi dan mengoptimalkan otak selalu selalu mengacu pada lima frekwensi gelombang otak yang kita kenal selama ini. Yaitu Gelombang Delta, Theta, Alpha, Beta dan Gamma.
Otak pada frekwensi Delta terjadi pada saat manusia sedang tidur lelap. Gelombang Delta adalah frekwensi gelombang otak pada kecepatan hanya 0,5 sam-pai 3,5 putaran perdetik. Kondisi Delta sangat diperlukan oleh tubuh untuk melakukan peremajaan terhadap sel-sel tubuh. Apabila tidur kita tidak lelap, frekwensi gelombang yang ada pada otak kita tidak dalam Gelombang Delta, akibatnya kita sering mengalami rasa sakit saat bangun tidur.
Frekwensi Gelombang Otak manusia pada tahap Theta apabila mencapai 3,5 sampai 7 putaran perdetik. Pada saat otak dalam kondisi Theta, pikiran menjadi kreatif dan inspiratif. Keadaan Theta adalah di mana kita bermimpi dan berkhayal. Thomas Alfa Edison menciptakan sebuah karya spetakuler dalam keadaan Theta. Hal ini juga terjadi pada sejumlah filsuf ataupun ilmuwan lainnya. Keadaan Theta yang sangat sugestif bisa di manfaatkan untuk penyembuhan tanpa obat-obatan. Dengan mengondisikan otak pada Theta memungkinkan seorang penderita kanker bisa sembuh. Keadaan Theta bisa dibentuk pada saat meditasi, wirid, dan cara lainnya. Dalam keadaan Theta, pikiran akan menjadi sangat jernih dan bebas, bahkan jika kita telah masuk kondisi Theta yang sangat-sangat dalam, kita tidak merasakan tubuh, begitu kaki,tangan dan anggota lainnya.
Kondisi menembus alam bawah sadar juga bisa dengan Gelombang Alpha. Dalam kondisi ini kita masih merasakan anggota tubuh. Saat pada frekwensi Alpha kita masuk dalam 88 % kekuatan alam bawah sadar. Kondisi Alpha terasa sangat rileks. Bisa di jelaskan kondisi ini sama saat kita berkhayal atau melamun. Kecepatan gelombang alpha mencapai 7 sampai 13 putaran perdetik.
Kondisi Beta di perlukan untuk fokus dan memerlukan kesadaran penuh. Frekwensi yang dominan pada otak orang dewasa. Beta sangat di perlukan untuk beraktifitas dan bekerja.
Ada banyak cara yang telah berkembang saat ini untuk menstimulasi otak, salah satunya dengan terapi gelombang otak. Dengan bantuan teknologi, otak bisa di stimulasi pada kondisi tertentu. Mengkondisikan otak pada frekwensi tertentu sangat membantu untuk menghasilkan efek-efek positif yang sangat kita perlukan untuk mencapai tujuan dan kebahagiaan hidup.
Terapi gelombang otak adalah stimulasi otak dengan gelombang otak atau brainwave. Frekwensi gelombang yang terjadi di otak di tiru pola gelombangnya secara digital, suara digital inilah yang di gunakan untuk menstimulasi otak.
Terapi gelombang otak adalah terapi alami untuk mengoptimalkan fungsi alami otak. Terapi gelombang otak merupakan metode alami mengeksplorasi kemampuan otak. Perubahan harus anda mulai dari anda sendiri, Tuhan tidak akan melakukan, perubahan pada hambaNya, selagi hambaNya tidak mau melakukan perubahan.
Sumber : Disini
Oleh: Lita Mariana
Saya teringat ketika memberikan tugas beberapa hari yang lalu. Ada satu soal yang saya ragu-ragu menjawabnya. Tentang grafik, dan itu lebih ke persoalan matematika ketimbang teori kimia. Bagaimana, ya? Ngeles atau ngaku?
Selalu ada pilihan berbagai cara menanggapi ketika seorang guru tidak/belum tahu jawaban dari suatu pertanyaan. Katanya sih, yang paling penting, guru itu harus jago ngeles. Dan terus terang, saya tidak jago ngeles. Jadi kalau saya tidak tahu ya saya bilang saja jujur, saya tidak tahu dan berjanji akan mencari tahu (dan memberitahukan hasilnya di pertemuan selanjutnya).
Khusus untuk pekan ini, saya memutuskan untuk langsung belajar dari murid. Tentunya, harus sudah mengenyampingkan yang namanya ‘harga diri’, malu, segan, dan lain-lain. Murid saja saya anjurkan untuk banyak bertanya (walaupun tidak harus selalu saya yang menjawab, kebanyakan justru mereka sendiri yang menjawab), masa saya enggan bertanya?
Saya hampiri seseorang dan saya tanyakan padanya. “Untuk nomor yang ini, bagaimana caramu, nak?”. Lalu kami berdiskusi, mengerjakannya bersama. Betul-betul bersama, karena saya memosisikan diri sebagai yang sedang belajar, minta diajari ketimbang mengajari. Di akhirnya memang jawaban awal saya (yang saya simpan di hati saja) memang salah. Murid saya yang benar.
Saya puas, karena berhasil mengalahkan keengganan diri dan memilih untuk tidak ‘ngeles’. Murid juga puas, karena berhasil menjawab pertanyaan sekaligus membantu saya. Katanya, “Eh, kok jadi saya yang ngajarin Ms. Lita”. Saya tersenyum, “Memangnya kenapa? Tidak apa-apa, kan?”.
Tentunya ada alasan kuat mengapa guru harus cerdas mengelak. Sebagai fasilitator, tak mungkin baginya untuk sering menjawab “Tidak tahu” terhadap berbagai pertanyaan murid. Apalagi murid SMA, yang egonya sedang tinggi-tingginya dan jiwa kompetitifnya sedang melambung.
Saya sadar kalau sebagian murid saya sangat senang jika dapat mendebat saya, walaupun mereka lebih sering kalah (hehehe…). Tak apa-apa. Semangat bersaing, berpikiran terbuka dan keingintahuannya yang meluap tidak baik jika dibendung. Arahkan saja mereka untuk bertanya dan mendebat dengan cara yang sopan, elegan dan cerdas mengena.
Yang perlu kita ingat, guru bukanlah dewa/dewi yang segala sempurna dan tidak perlu mempertahankan image sebagai dewa/dewi. Jadi jika memang tidak tahu, tak perlu mengarang jawaban ‘asal jawab’ hanya karena tidak tahu jawaban benarnya.
Dengan sisi kelemahan (yang kita jaga dan awasi dengan sepenuh kesadaran) guru yang tampak di mata murid, kita tampil sebagai manusia. Yang dapat ditiru dan layak digugu. Mereka dapat melihat bahwa menguasai ilmu yang kita ampu itu mungkin, dengan kekurangan yang dimiliki secara unik oleh mereka.
Dengan tampak sebagai manusia yang bercela (walau tidak berarti layak menjadi obyek celaan harian), mereka akan berkurang keseganannya terhadap guru. Mereka akan lebih bertenggang rasa, toleransi terhadap kemanusiawian guru. Dan kemudian akan memosisikan guru di tempat yang layak dan seharusnya: pendidik, fasilitator, orangtua. Bukan dewa (kimia, misalnya).
Dan di atas semuanya, kita, sang gurulah yang harus pandai menempatkan diri dan membagi waktu. Kapan menampakkan cela, kapan menyembunyikannya. Kapan berbagi, kapan menahan diri. Kapan tertawa, kapan harus marah demi murid.
Hanya butuh untuk merendahkan diri sejenak ternyata hari itu. Murid senang dan percaya diri, saya juga senang dan senang melihat murid senang. Kami sama-sama senang di akhir pelajaran kimia hari itu.
p.s.
Terimakasih ya, nak. Jangan sampai sombong, ya. Kamu bisa melaju lebih cepat dan menggapai yang lebih tinggi kalau tidak cepat berpuas diri. Ayo semangat!
Sumber : Klik disini