Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

New Articles

1 2 3 4 5 6 7 8

Sabtu, 30 Oktober 2010

Mengoptimalkan Kemampuan Otak

Sebagian besar manusia hanya menerima otak apa adanya. Ketidaktahuan kita mengenai otak, telah membuat kita menjadi takut untuk mengeksplorasi otak. Namun akhir-akhir ini, makin banyak orang yang makin peduli, dan ingin tahu kebenaran mengenai kemampuan otak manusia. Banyak penelitian yang telah memberi data-data penting bagi kemajuan dan perkembangan otak manusia.

Otak mempengaruhi beragam kondisi mental dan emosional yang kita alami. Otak sering juga disebut sebagai grey matter, beratnya sekitar 1,3 kg. Otak terbagi menjadi otak sadar dan otak tak sadar. Otak sadar adalah pusat yang mengatur segala aktivitas yang bersifat vital bagi keberlangsungan hidup. Misalnya, bergerak, lapar, haus, tidur, dan berkembang biak. Sedangkan sistem otak tak sadar yang merupakan bagian dari otak manusia yang mengendalikan semua fungsi-fungsi organ tubuh tanpa perlu anda perintahkan (tanpa anda sadari). Detak jantung, gerak reflek, proses penyembuhan luka, produksi hormon pada kelenjar, produksi keringat, dan termasuk suka proses penuaan badan terjadi karena otak tak sadar kita memerintahkan demikian.

Otak sadar manusia layaknya bongkahan gunung es yang muncul di permukaan. Selebihnya berupa alam bawah sadar yang memiliki kekuatan maha dahsyat. Banyak keberhasilan bisa diperoleh dari mengelola alam bawah sadar.

Pernahkah kita berpikir sejauh mana kemampuan otak kita? Yang kita pahami selama ini, kemampuan otak kita hanyalah secara analistik, namun kita tak pernah menyadari bahwa kemampuan otak manusia tak hanya sekedar analistik. Ada banyak hal yang bisa diungkapkan dalam otak.

Secara garis besar, otak manusia terbagi dalam dua bagian, otak kanan dan otak kiri. Otak kiri memproses segala macam angka, matematika, bahasa, hitung-hitungan dan sebagainya. Sementara otak kanan, memproses segala macam keindahan, tata kata tak lagi tersusun secara verbal. Musik dan warna-warna indah adalah hasil kerja otak kanan.
Hanya sebatas itukah otak kita? Tidak. Laiknya gunung es yang muncul di permukaan, yang tampak hanya 12 persen saja, 88 persen sisanya masih tenggelam di dalam lautan. Yang 12 persen itu disebut sebagai alam atau pikiran sadar (conscious mind). Sisanya, 88 persen, disebut alam bawah sadar (subconsious). Antara alam sadar dan bawah sadar dibatasi se-buah garis filter yang disebut reticular activating system. Garis ini berfungsi melindungi manusia dari informasi-inforrnasi yang tak perlu, sehingga seseorang tetap terlihat sadar dan waras. Nah, selama ini, kemampuan otak yang digunakan oleh manusia hanya 12 persen, sisanya tenggelam dalam diri kita.

Bahasan-bahasan mengenai aktifitas frekwensi gelombang pada otak manusia sangat menarik. Banya perkembangan teknologi sekarang berusaha mengungkap kemampuan otak. Terobosan teknologi penggunaan otak dan pikiran saat ini luas terbukti menentukan keunggulan seseorang dalam profesinya masing-masing.

Bagaimana teknik mengeksplorasi otak dan pikiran tersebut? Semua teknologi yang berusaha mengeksplorasi dan mengoptimalkan otak selalu selalu mengacu pada lima frekwensi gelombang otak yang kita kenal selama ini. Yaitu Gelombang Delta, Theta, Alpha, Beta dan Gamma.

Otak pada frekwensi Delta terjadi pada saat manusia sedang tidur lelap. Gelombang Delta adalah frekwensi gelombang otak pada kecepatan hanya 0,5 sam-pai 3,5 putaran perdetik. Kondisi Delta sangat diperlukan oleh tubuh untuk melakukan peremajaan terhadap sel-sel tubuh. Apabila tidur kita tidak lelap, frekwensi gelombang yang ada pada otak kita tidak dalam Gelombang Delta, akibatnya kita sering mengalami rasa sakit saat bangun tidur.

Frekwensi Gelombang Otak manusia pada tahap Theta apabila mencapai 3,5 sampai 7 putaran perdetik. Pada saat otak dalam kondisi Theta, pikiran menjadi kreatif dan inspiratif. Keadaan Theta adalah di mana kita bermimpi dan berkhayal. Thomas Alfa Edison menciptakan sebuah karya spetakuler dalam keadaan Theta. Hal ini juga terjadi pada sejumlah filsuf ataupun ilmuwan lainnya. Keadaan Theta yang sangat sugestif bisa di manfaatkan untuk penyembuhan tanpa obat-obatan. Dengan mengondisikan otak pada Theta memungkinkan seorang penderita kanker bisa sembuh. Keadaan Theta bisa dibentuk pada saat meditasi, wirid, dan cara lainnya. Dalam keadaan Theta, pikiran akan menjadi sangat jernih dan bebas, bahkan jika kita telah masuk kondisi Theta yang sangat-sangat dalam, kita tidak merasakan tubuh, begitu kaki,tangan dan anggota lainnya.

Kondisi menembus alam bawah sadar juga bisa dengan Gelombang Alpha. Dalam kondisi ini kita masih merasakan anggota tubuh. Saat pada frekwensi Alpha kita masuk dalam 88 % kekuatan alam bawah sadar. Kondisi Alpha terasa sangat rileks. Bisa di jelaskan kondisi ini sama saat kita berkhayal atau melamun. Kecepatan gelombang alpha mencapai 7 sampai 13 putaran perdetik.

Kondisi Beta di perlukan untuk fokus dan memerlukan kesadaran penuh. Frekwensi yang dominan pada otak orang dewasa. Beta sangat di perlukan untuk beraktifitas dan bekerja.

Ada banyak cara yang telah berkembang saat ini untuk menstimulasi otak, salah satunya dengan terapi gelombang otak. Dengan bantuan teknologi, otak bisa di stimulasi pada kondisi tertentu. Mengkondisikan otak pada frekwensi tertentu sangat membantu untuk menghasilkan efek-efek positif yang sangat kita perlukan untuk mencapai tujuan dan kebahagiaan hidup.

Terapi gelombang otak adalah stimulasi otak dengan gelombang otak atau brainwave. Frekwensi gelombang yang terjadi di otak di tiru pola gelombangnya secara digital, suara digital inilah yang di gunakan untuk menstimulasi otak.

Terapi gelombang otak adalah terapi alami untuk mengoptimalkan fungsi alami otak. Terapi gelombang otak merupakan metode alami mengeksplorasi kemampuan otak. Perubahan harus anda mulai dari anda sendiri, Tuhan tidak akan melakukan, perubahan pada hambaNya, selagi hambaNya tidak mau melakukan perubahan.

Sumber : Disini

Read More...

Kamis, 21 Oktober 2010

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Didalam dunia yang modern ini, kehidupan menuntut banyak sekali keputusan yang harus dibuat, misalnya keputusan untuk menunda perkawinan (KB), keputusan untuk membeli TV atau DVD oleh kepala rumah tangga, keputusan untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah oleh pimpinan Bank Dunia, keputusan untuk mengalokasikan investasi dan keputusan-keputusan lainnya yang mempunyai ruang lingkup lokal atau daerah, sektoral, nasional, dan internasional.
Mengambil atau membuat keputusan, pada dasarnya berarti memilih satu diantara sekian banyak alternative. Misalnya ingin membeli produk atau tidak, tamatan SMA ingin melanjutkan kuliah di universitas negri atau swasta, dan lain-lain. Minimal ada dua alternatif dan dalam prakteknya lebih dari dua alternatif dimana pengambil atau pembuat keputusan (decision maker) harus memilih salah satu berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
Proses pengambilan keputusan terdiri dari lima tahap yaitu ;

PENGENALAN MASALAH -> PENCARIAN INFORMASI -> EVALUASI ALTERNATIF -> PILIHAN -> EVALUASI PASCAAKUISISI


Pada tahap pengenalan masaslah, konsumen itu membutuhkan sesuatu. Dan bila kebutuhan cukup kuat, maka hal itu dapat memotivasi calon pembeli untuk memasuki tahap kedua dari proses pengambilan keputusan konsumen yaitu pencarian informasi. Pada tahap ketiga, konsumen mengevaluasi alternatif yang mereka identifikasi untuk memecahkan masalah mereka. Pada tahap keempat pilihan merupakan proses dimana konsumen memutuskan tindakan alternatif apa yang akan dipilih apakah mereka akan membelanjakan uangnya atau menabung, atau dari toko mana mereka membeli produk. Yang akhirnya pada tahap pascaakuisisi konsumen mengkonsumsi dan menggunakan produk atau jasa yang mereka peroleh.

1. PENGENALAN MASALAH
Pengenalan masalah terjadi bila suatu kebutuhan dirasakan oleh keadaan konsumen. Keadaan konsumen dipengaruhi oleh stimulasi. persepsi, aspirasi dan lingkungan (seperti kebudayaan, kelompok acuan, dan gaya hidup).
Yang mempersulit usaha pengambilan keputusan ialah bahwa kondisi dan sifat lingkungan itu tidak selalu dapat diketahui dengan pasti misalnya ketika konsumen menerima stimuli, seperti harga produk yang sangat mahal, penilaian orang lain terhadap pilihan konsumen sangat berpengaruh, ancaman fisik, psikologi maupun sosial yang besar akibat pemakaian produk, konsekuensi untuk menghentikan pemakaian produk lain yang disukai, dan hasil pemakaian masih belum dapat terbukti maka konsumen akan memiliki persepsi bahwa produk tersebut berisiko. Persepsi konsumen adalah menentukan hasil evaluasi pasca pembeliannya.

2. PENCARIAN INFORMASI
Setelah mengindentifikasi masalah, konsumen memulai proses pencarian untuk memperoleh informasi mengenai produk-produk yang mungkin mengeliminasi masalah tersebut. Para peneliti mendapatkan bahwa ada dua jenis proses pencarian konsumen yaitu pencarian internal dan eksternal.
Pencarian internal (internal search) adalah usaha konsumen untuk memanggil kembali memori informasi jangka panjang mengenai merk-merk produk atau jasa yang dapat memecahkan masalah mereka. Yang kemudian nantinya mereka atau konsumen akan memisahkan produk dan merk-merk tersebut kedalam tiga kategori :
a. Perangkat pertimbangan atau perangkat yang dibangkitkan (consideration set), yaitu merk-merk atau produk-produk yang dapat diterima konsumen
b. Perangkat lamban (inert set), yaitu merk-merk atau produk-produk diacuhkan oleh konsumen.
c. Perangkat tak layak (inept set), yaitu merk-merk atau produk-produk dianggap tidak layak.
Pencarian eksternal adalah (external search) adalah meliputi akuisisi informasi dari sumber-sumber luar, seperti teman, periklanan, pengepakan, laporan konsumen dan personil penjualan. Para konsumen terlibat dalam suatu pencarian eksternal dengan tujuan memperoleh informasi yang cukup untuk mengindentifikasikan dan membandingkan alternatif.
Identifikasi jenis-jenis informasi yang dicari konsumen dalam pencarian eksternal, meliputi ;
a. Merek-merek yang alternatif yang tersedia
b. Kriteria evaluatif yang membandingkan merek
c. Pentingnya berbagai kriteria evaluatif
d. Informasi yang membentuk keyakinan ; atribut yang dimiliki merk dan manfaat yang diberikan berbagai atribut.

3. EVALUASI ALTERNATIF
Inti dari pengambilan keputusan ialah terletak dalam perumusan berbagai alternative. Pada tahap evaluasi alternatif dari proses pemilihan atau akuisisi, konsumen membandingkan pilihan yang di indentifikasikan sebagai cara yang potensial mampu memecahkan masalah yang mengawali proses keputusan. Ketika membandingkan pilihan ini, konsumen membentuk keyakinan, sikap, dan tujuan mengenai alternatif yang dipertimbangkan serta memperhitungkan situasi, kondisi, waktu dan ruang.
Memori, Arti, dan Menilai Kebaikan/Keburukan. dalam mempertimbangkan hasil yang mungkin didapat dari suatu keputusan, para konsumen juga mengingat kembali memori semantic dari peristiwa-peristiwa serupa di masa lalu (Nostalgia). Memori semantic ini memberi arti yang sangat mempengaruhi cara mereka menginterpretasikan dan menilai kebaikan atau keburukan berbagai alternatif yang dihadapi mereka. Nostalgia mengacu pada “keinginan masa lalu, rindu akan hari kemarin, atau kebanggaan atas milik dan kegiata yang berhubungan dengan masa lalu”.
Bagaimana nostalgia mempengaruhi penentuan seseorang tentang kebaikan atau keburukan suatu pilihan? Karena nostalgia mengingat pada pengalaman masa lalu yang lebih menyenangkan daripada sesungguhnya, bila suatu merk dapat berhubungan dengan jenis memori positif ini, maka pengaruh positif dari memori akan diaihkan ke merk.

KATAGORI KEPUTUSAN
a. Keputusan dalam keadaan ada kepastian (certainty)
Apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan lengkap, maka keputusan dikatakan dalam situasi ada kepastian. Dalam keadaan pasti kita dapat meramalkan secara tepat hasil dari setiap tindakan.
Misalnya, di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali keputusan yang kita ambil dalam situasi ada kepastian. Kita tahu persis arah kemana kita harus pergi untuk menemui dokter pribadi, tempat biasa nongkrong, restoran favorit dan sudah terbayang hasil keputusan yang akan kita peroleh sesuai dengan apa yang kita putuskan seperti obat yang mujarab, hal yang menyenangkan, serrta makanan yang lezat.
b. Keputusan dalam keadaan ada risiko (risk)
Risiko terjadi jika hasil pengambilan keputusan walaupun tidak diketahui kepastiaanya akan tetapi diketahui nilai kemungkinan (probability). Misalnya anda ingin memutuskan membeli barang , setiap barang dibungkus rapi sehingga anda tidak tahu mana yang bagus, mana yang cacat/rusak.Tetapi seandainya penjual barang tersebut jujur dan anda diberitahu barangnya ada 10 buah dan yang rusak 9 buah. Kemudian anda harus memutuskan jadi membeli atau tidak.
c. Keputusan dalam keadaan ketidakpastian (uncertainty)
Ketidakpastian akan kita hadapi sebagai pengambilan keputusan kalau hasil keputusan sama sekali tidak tahu karena hal yang akan diputuskan belum pernah terjadi sebelumnya. Misalnya anda baru mengenal seseorang, dia meminjam uang anda sebesar 500.000 untuk modal usaha. Anda sama sekali tidak mengenal orang itu, maka seandainya anda berikan uang sebanyak yang ia inginkan, anda tidak tahu sama sekali berapa probabilitasnya bahwa orang tersebut akan mengembalikan uang yang dipinjamnya tepat pada waktunya.
d. Keputusan dalam keadaan ada konflik (conflict)
Situasi konflik terjadi kalau kepentingan dua pengambil keputusan atau lebih saling bertentangan (ada konflik) dalam situasi kompetitif. Contohnya kalau pengambil keputusan A memperoleh keuntungan dari suatu tindakan yang dia lakukan, hal itu hanya mungkin terjadi oleh karena pengambil keputusan lainnya, yaitu B, juga mengambil tidakan tertentu. Keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh masing-masing akan saling mempengaruhi baik secara positif maupun negative.
Walaupun kelihatannya sederhana, keputusan dalam situasi dalam konflik seringkali dalam prakteknya menjadi sangat ruwet (kompleks). Misalnya kita dapat dihadapkan pada keadaan yang tak pasti ditambah lagi adanya tindakan pihak lawan yang bisa mempengaruhi hasil keputusan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan menjadi lebih banyak.

BEBERAPA KENDALA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Kendala yang paling kuat dampaknya sesungguhnya bersumber pada diri pengambilan keputusan yang bersangkutan sendiri. Kendala yang paling sering menampakkan diri adalah ketidakmampuan seseorang bertindak tegas. Contohnya :
a. Kegagalan di masa lalu
Dalam karier seseorang sebagai contohnya, tidak seorangpun yang mencapai nilai keberhasilan seratus persen. Ada saja tindakan dan keputusan yang diambil yang tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. Pengalaman pahit demikian tidak jarang menjadi kendala dalam pengambilan keputusan, dan bahkan begitu menghantui seseorang sehingga ia menjadi takut atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

b. Konsultasi yang berlebihan
Proses pengambilan keputusan dapat menjadi sangat lamban apabila seorang pengambil keputusan melakukan banyak konsultasi dengan berbagai pihak. Proses konsultasi bukan saja perlu tetapi harus dilakukan, alasan nya ialah bahwa dalam menghadapi situasi problematik , kemampuan seseorang yang terbatas tidak memungkinkan memecahkan masalah tersebut secara tuntas betapa tinggi kemampuannya.

c. Faktor ketidakpastian
Tidak dapat disangkal bahwa ketidakpastian merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam pengambilan keputusan. Karena itu kemampuan memperhitungkan dan mengatasi kendala tersebut. Ketidakpastian itu menjadi kendala karena :
1) Kurangnya keyakinan dalam diri pengambil keputusan tentang hasil yang akan diperoleh dari keputusannya.
2) Preferensi pribadi yang bersangkutan atas alternatif yang mungkin ditempuh, yang bisa saja berbeda dari alternatif yang ditemukan melalui pendekatan ilmiah.
3) Si pengambil keputusan ragu apakah keputusan baru diperlukan.

d. Pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi
Pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi dalam proses pengambilan keputusan dapat menjadi kendala yang harus disingkirkan. Tidak jarang terdengar keluhan para pengambil keputusan mengatakan , bahwa mereka tidak mengambil keputusan karena mereka tidak memiliki informasi yang cukup. Bukan merupakan peritiwa yang ganjil jika seorang pengambil keputusan menggunakan dalih terlalu banyak informasi sebagai alasan untuk tidak cepat mengambil keputusan.


4. PILIHAN
Setelah mengevaluasi semua alternatif, langkah konsumen berikutnya dalam proses pengambilan keputusan adalah membuat pilihan. Para konsumen memilih merk atau jasa alternatif, dan mereka juga menentukan pilihan diantara toko-toko. Dalam proses pilihan konsumen, konsumen juga dapat memilih alternatif yang tidak dapat dibandingkan (noncomperable alternatives). Misalnya, orang dapat memilih antara menjalani liburan yang mahal dengan membeli mobil, atau membeli perhiasan dan sebagainya.
Bagaimana orang menentukan pilihannya sangat dipengaruhi oleh jenis proses keputusan dimana mereka terlibat. Proses pilihan akan berbeda bila konsumen menggunakan pendekatan keterlibatan tinggi dibandingkan dengan keterlibatan rendah. Demikan pula bila para konsumen menggunakan orientasi pengalaman, maka proses pilhan akan berubah.
a. Pilihan dengan keterlibatan tinggi.
Menurut kondisi keterlibatan tinggi, konsumen bertindak seolah-olah mereka menggunakan model kompensatori (compensatory models of choice). Menurut model kompensatori pilihan yaitu orang menganalisa setiap alternatif dengan cara evaluatif yang luas sehingga penilaian yang tinggi atas salah satu atribut dapat mengkompensasi penilaian rendah atas atribut lainnya. Dalam jenis proses evaluatif ini, semua informasi mengenai atribut suatu merk digabung ke dalam penilaian merk secara keseluruhan. Prosesnya akan diulang untuk setiap alternatif merk, dan merk yang mempunyai preferensi keseluruhan tertinggi dipilih.
b. Pilihan dengan keterlibatan rendah.
Keterlibatan rendah konsumen umumnya bertindak seolah-olah mereka menggunakan model pilihan nonkompensatori (noncompensatory model of choice). Menurut penilaian ini, penilaian yang tinggi atas beberapa atribut tidak perlu mengkompensasi penilaian yang rendah atas atribut lainnya. Model nonkompensatori juga disebut model pilihan hirarkis (hierarchical models of choice) karena konsumen dianggap membandingkan alternatif atas atribut-atribut pada suatu waktu. Satu atribut dipilih dan semua alternatif dibandingkan dengannya. Apabila konsumen berada dalam situasi keterlibatan rendah, mereka tidak mau terlibat dengan sejumlah besar pemrosesan informasi yang dibutuhkan oleh model kompensatori.
Model nonkompensatori digunakan sebagai jalan pintas untuk mencapai keputusan yang memuaskan, bukan optimal. Para konsumen seringkali terpaksa untu memutuskan diantara sejumlah besar alternatif merk. Disini jelas bahwa tidaklah mungkin untuk meneliti setiap merk secara rinci, sehingga masyarakat membutuhkan suatu jalan pintas untuk menyederhanakan proses. Dalam kasus seperti itu konsumen tidak berkepentingan dengan pencapaian keputusan yang optimal; mereka hanya ingin membuat keputusan yang “cukup baik”.


c. Proses Pilihan Pengalaman
Dari perspektif pengalaman, konsumen menentukan pilihan setelah mempertimbangkan perasaan mereka mengenai alternatif, perspektif ini memberi sedikit tekanan pada pengembangan kepercayaan mengenai atribut. Beberapa jenis pilihan konsumen dapat dikatagorikan sebagai proses pengalaman ;
1) Heuristis afeksi referal
2) Pengaruh kesadaran merk
3) Pembelian impulsif
4) Pengaruh berdasarkan suasana hati.

1). Heuristis Afeksi-Referal (affect-referral heuristic),
Mereka berdasarkan pilihannya pada tanggapan emosi keseluruhan terhadap alternatif. Jadi dari pada mereka meneliti atribut atau keyakinan mereka mengenai atribut, lebih memilih alternatif dimana mereka mempunyai perasaan yang paling positif.
Heuristis afeksi-referal menjelaskan mengapa para konsumen melakukan pembelian berdasarkan kesetiaan merk. Pembelian yang dilakukan karena kesetiaan merk mempunyai komponen yang kuat, konsumen yang mengungkapkan kesetiaan merk yang kuat hampir pasti menunjukkan sikap yang sangat positif terhadap merk. Ketika melakukan pembelian, mereka tidak melalui proses keputusan yang luas atau bahkan terbatas. Disini, mereka hanya mengacu pada perasaan
Contoh ; andaikan setelah bertahun-tahun TV Toshiba akhirnya rusak. Ia akan mengungkapkan kesetiaan merk bila ia hanya menghubungi agen Toshiba dan memintanya untuk menyampaikan model terbaru yang ada.



2). Pengaruh Kesadaran merk (The Effect of Brand Awarness)
Kesadaran merk juga mempengaruhi pilihan konsumen melalui proses afeksi referral. Merk-merk baru sering kali mengalami masa sulit untuk meraih pangsa pasar karena konsumen memiliki pengaruh positif yang demikian banyak terhadap merk. kosumen cenderung untuk memilih merk yang dikenal daripada merk-merk yang memasuki pasar.
Contoh : minuman aqua. Apabila isi air yang terdapat didalam aqua dipindahkan ke dalam botol yang menggunakan brand berbeda dan belum dikenal, maka kemungkinan yang sangat besar konsumen tidak akan jadi memilih minuman tersebut selain aqua walaupun air dari botol tersebut telah di isi dengan air dari aqua. Itu sebabnya suatu merk sangat mempengaruhi konsumen dalam memilih untuk membeli.

3). Pembelian impulsif
Pembelian impulsif didefinisikan sebagai tindakan membeli yang dilakukan tanpa memiliki masalah sebelumnya atau maksud atau niat membeli yang terbentuk sebelum memasuki toko. Pembelian impulsif dapat dijelaskan sebagai pilihan yang dibuat pada saat itu juga karena perasaan positif yang kuat mengenai suatu benda.
Contoh : saya berada di Beverly Hills hanya untuk berjalan-jalan tanpa niat untuk membeli, tetapi ketika saya melihat beberapa sepatu yang dijual, saya masuk ke toko dan mencobanya dan ternyata ukurannya pas sekali. Waktu itu saya berfikir untuk membeli sepasang, kemudian saya mendapatkan bahwa perasaan saya harus mencoba segalanya. Perasaan tersebut memanggil-manggil saya, lalu kita tiba-tiba merasa dipaksa untuk membeli sesuatu. Rasanya seperti memproleh suatu ide. Ini merupakan keinginan yang tiba-tiba, dan bila kita tidak dapat melakukannya dengan segera, kita harus memikirkan alasan mengapa kita tidak membutuhkannya.

4). Pengaruh keadaan suasana hati terhadap pilihan
Keadaan suasan hati mempengaruhi apakah konsumen akan menggunakan pendekatan pengambilan keputusan atau pengalaman untuk melakukan pilihan. Sebuat tim riset menemukan bahwa masyarakat dalam suasana hati positif memberi respon yang lebih menguntungkan pada daya tarik emosional dari pada daya tarik informasi. Sebaliknya, masyarakat yang berbeda dalam keadaan suasana hati negatif memberi respon lebih menguntungkan pada daya tarik informasi. Hasil temuan ini diperluas oleh para peneliti ke proses pilihan. Mereka menemukan bahwa bila orang berada dalam keadaan suasana hati negatif, mereka cenderung berpegang pada pendekatan informasi dalam pemilihan produk. Bila mereka dalam keadaan suasana hati positif, mereka lebih cenderung untuk berfokus pada perasaan dan khayalan mengenai penggunaan merk tertentu.

5. EVALUASI PASCAAKUISISI
Model proses pascaakuisisi konsumen, meliputi 5 tahap utama :
a. pemakaian atau konsumsi produk
b. kepuasan atau ketidakpuasan konsumen
c. perilaku keluhan konsumen
d. disposisi barang
e. pembentukan kesetiaan merk
Selama tahap konsumsi, konsumen menggunakan dan mempelajari produk, pemakaian produk meliputi tindakan dan pengalaman yang terjadi pada periode waktu dimana seorang konsumen secara langsung menggunakan barang atau jasa.
Tahap ini kemudian diikuti oleh pengembangan kepuasan atau ketidakpuasan akan produk. Tingkat kepuasaan/ ketidakpuasan dipengaruhi oleh evaluasi konsumen.
Bila konsumen merasa tidak puas dengan kinerja produk, mereka dapat mengeluhkannya kepada pengecer atau pabrik atau layanan konsumen.
Dua tahap akhir dari tahap pascaakuisisi meliputi disiposisi barang/produk yang pada dasarnya seorang konsumen mempunyai strategi disposisi untuk memilih setelah menggunakan produk selama beberapa periode waktu, apakah produk atau barang tersebut akan disimpan, dibuang, dijual atau diberikan. dan yang terakhir dari proses pascaakuisisi yaitu mereka membentuk kesetiaan merk serta niat untuk membeli di masa depan atau mendatang.





DAFTAR PUSTAKA

Erna Ferrinadewi, Merek dan Psikologi Konsumen, Graha ilmu, Yogyakarta, 2008

Johannes Supranto, Teknik Pengambilan Keputusan, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1991

John C.mowen/Michael Minor, Prilaku Ponsumen jilid 2, Erlangga, Jakarta, 2002

Leon G. Schiffman dan leslie lazar kanuk, prilaku konsumen edisi 7, PT.Indeks kelompok Gramedia

S.P. Siagian, Teori dan praktek pengambilan keputusan, penerbit CV haji Masagung, Jakarta, 1988

Sumber : Klik disini
Read More...

Senin, 04 Oktober 2010

Belajar dengan Murid

Oleh: Lita Mariana

Saya teringat ketika memberikan tugas beberapa hari yang lalu. Ada satu soal yang saya ragu-ragu menjawabnya. Tentang grafik, dan itu lebih ke persoalan matematika ketimbang teori kimia. Bagaimana, ya? Ngeles atau ngaku?

Pilihan

Selalu ada pilihan berbagai cara menanggapi ketika seorang guru tidak/belum tahu jawaban dari suatu pertanyaan. Katanya sih, yang paling penting, guru itu harus jago ngeles. Dan terus terang, saya tidak jago ngeles. Jadi kalau saya tidak tahu ya saya bilang saja jujur, saya tidak tahu dan berjanji akan mencari tahu (dan memberitahukan hasilnya di pertemuan selanjutnya).

Khusus untuk pekan ini, saya memutuskan untuk langsung belajar dari murid. Tentunya, harus sudah mengenyampingkan yang namanya ‘harga diri’, malu, segan, dan lain-lain. Murid saja saya anjurkan untuk banyak bertanya (walaupun tidak harus selalu saya yang menjawab, kebanyakan justru mereka sendiri yang menjawab), masa saya enggan bertanya?

Saya hampiri seseorang dan saya tanyakan padanya. “Untuk nomor yang ini, bagaimana caramu, nak?”. Lalu kami berdiskusi, mengerjakannya bersama. Betul-betul bersama, karena saya memosisikan diri sebagai yang sedang belajar, minta diajari ketimbang mengajari. Di akhirnya memang jawaban awal saya (yang saya simpan di hati saja) memang salah. Murid saya yang benar.

Saya puas, karena berhasil mengalahkan keengganan diri dan memilih untuk tidak ‘ngeles’. Murid juga puas, karena berhasil menjawab pertanyaan sekaligus membantu saya. Katanya, “Eh, kok jadi saya yang ngajarin Ms. Lita”. Saya tersenyum, “Memangnya kenapa? Tidak apa-apa, kan?”.

learningcenter

Taktis, bukan gegabah

Tentunya ada alasan kuat mengapa guru harus cerdas mengelak. Sebagai fasilitator, tak mungkin baginya untuk sering menjawab “Tidak tahu” terhadap berbagai pertanyaan murid. Apalagi murid SMA, yang egonya sedang tinggi-tingginya dan jiwa kompetitifnya sedang melambung.

Saya sadar kalau sebagian murid saya sangat senang jika dapat mendebat saya, walaupun mereka lebih sering kalah (hehehe…). Tak apa-apa. Semangat bersaing, berpikiran terbuka dan keingintahuannya yang meluap tidak baik jika dibendung. Arahkan saja mereka untuk bertanya dan mendebat dengan cara yang sopan, elegan dan cerdas mengena.

Yang perlu kita ingat, guru bukanlah dewa/dewi yang segala sempurna dan tidak perlu mempertahankan image sebagai dewa/dewi. Jadi jika memang tidak tahu, tak perlu mengarang jawaban ‘asal jawab’ hanya karena tidak tahu jawaban benarnya.

Dengan sisi kelemahan (yang kita jaga dan awasi dengan sepenuh kesadaran) guru yang tampak di mata murid, kita tampil sebagai manusia. Yang dapat ditiru dan layak digugu. Mereka dapat melihat bahwa menguasai ilmu yang kita ampu itu mungkin, dengan kekurangan yang dimiliki secara unik oleh mereka.

Dengan tampak sebagai manusia yang bercela (walau tidak berarti layak menjadi obyek celaan harian), mereka akan berkurang keseganannya terhadap guru. Mereka akan lebih bertenggang rasa, toleransi terhadap kemanusiawian guru. Dan kemudian akan memosisikan guru di tempat yang layak dan seharusnya: pendidik, fasilitator, orangtua. Bukan dewa (kimia, misalnya).

Kendali

Dan di atas semuanya, kita, sang gurulah yang harus pandai menempatkan diri dan membagi waktu. Kapan menampakkan cela, kapan menyembunyikannya. Kapan berbagi, kapan menahan diri. Kapan tertawa, kapan harus marah demi murid.

Hanya butuh untuk merendahkan diri sejenak ternyata hari itu. Murid senang dan percaya diri, saya juga senang dan senang melihat murid senang. Kami sama-sama senang di akhir pelajaran kimia hari itu.

p.s.

Terimakasih ya, nak. Jangan sampai sombong, ya. Kamu bisa melaju lebih cepat dan menggapai yang lebih tinggi kalau tidak cepat berpuas diri. Ayo semangat!


Sumber : Klik disini

Read More...

Rabu, 04 Agustus 2010

Rahasia Puasa Ramdhan

Sebagai muslim yg sejati kedatangan dan kehadiran Ramadhan yg mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yg amat membahagiakan kita. Betapa tidak dgn menunaikan ibadah Ramadhan amat banyak keuntungan yg akan kita peroleh baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Di sinilah letak pentingnya bagi kita utk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan.

Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya al-Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yg bisa kita buka utk selanjutnya bisa kita rasakan keni’matannya dalam ibadah Ramadhan. Menguatkan Jiwa Dalam hidup tak sedikit kita dapati manusia yg didominasi oleh hawa nafsunya lalu manusia itu menuruti apa pun yg menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yg bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya di dalam Islam ada perintah utk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha utk bisa mengendalikannya bukan membunuh nafsu yg membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yg bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan malapetaka besar akan terjadi krn manusia yg kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah SWT sebagai Tuhan yg benar kepada hawa nafsu yg cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan.

Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yg artinya “Maka pernahkah kamu melihat orang yg menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya.” . Dengan ibadah puasa maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yg membuat jiwanya menjadi kuat bahkan dgn demikian manusia akan memperoleh derajat yg tinggi seperti layaknya malaikat yg suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala doanya dikabulkan oleh Allah SWT.

Rasulullah saw bersabda yg artinya “Ada tiga golongan orang yg tidak ditolak doa mereka orang yg berpuasa hingga berbuka pemimpin yg adil dan doa orang yg dizalimi.” . Mendidik Kemauan Puasa mendidik seseorang utk memiliki kemauan yg sungguh-sungguh dalam kebaikan meskipun utk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yg baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yg baik meskipun peluang utk menyimpang begitu besar. Karena itu Rasulullah saw menyatakan bahwa puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan ini maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima.

Kekuatan rohani yg prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau keni’matan duniawi yg sangat besar dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yg dialami sangat sulit. Menyehatkan Badan Disamping kesehatan dan kekuatan rohani puasa yg baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah saw tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yg membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yg masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan apalagi di dalam Islam isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga sepertiga utk makanan sepertiga utk air dan sepertiga utk udara.

Mengenal Nilai Keni’matan Dalam hidup ini sebenarnya sudah begitu banyak keni’matan yg Allah berikan kepada manusia tapi banyak pula manusia yg tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa ni’mat krn menginginkan dua dapat dua tidak terasa ni’mat krn menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi apa yg diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan krn begitu banyak orang yg memperoleh sesuatu tidak lbh banyak atau tidak lbh mudah dari apa yg kita peroleh. Maka dgn puasa manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang keni’matan yg sudah diperolehnya tetapi juga disuruh merasaakan langsung betapa besar sebenarnya ni’mat yg Allah berikan kepada kita. Hal ini krn baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yg kita alami dan pada saat kita berbuka puasa terasa betul besarnya ni’mat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air.

Di sinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita utk menyadari tinggi nilai keni’matan yg Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yg pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti keni’matan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat ni’mat itu bertambah banyak baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya Allah berfirman yg artinya “Dan tatkala Tuhanmu memaklumkan ?Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasati Kami akan menambah kepadamu dan jika kamu mengingkari maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” .

Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yg dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yg kita rasakan akan segera berakhir hanya dgn beberapa jam sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yg mengalami penderitaan yg hingga kini masih belum teratasi seperti penderitaan saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yg terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di Chechnya Kosovo Irak Palestina dan sebagainya. Oleh krn itu sebagai simbol dari rasa solidaritas itu sebelum Ramadhan berakhir kita diwajibkan utk menunaikan zakat agar dgn demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yg menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yg miskin dan menderita tetapi juga bagi kita yg mengeluarkannya agar dgn demikian hilang kekotoran jiwa kita yg berkaitan dgn harta seperti gila harta kikir dan sebagainya.

Allah berfirman yg artinya “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dgn zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah utk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” . Maasyiral muslimin rahimakumullah!Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yg amat penting bagi kita sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dgn penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah Ramadhan dgn ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.

Kegembiraan kita terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita tunjukkan dgn berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai momentum utk mentarbiyyah diri keluarga dan masyarakat ke arah pengokohan atau pemantapan takwa kepada Allah SWT sesuatu yg memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah SWT bagi bangsa kita yg hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar.

Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yg sedang mengalami krisis krisis yg seharusnya diatasi dgn memantapkan iman dan taqwa tetapi malah dgn menggunakan cara sendiri-sendiri yg akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yg justru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Oleh Drs. H. Ahmad Yani Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm

Read More...

Kamis, 29 Juli 2010

Apa itu World Wide Web?


Apa yang kalian lakukan jika ingin mencari suatu informasi di internet? Pasti kalian sering mencari dengan menuliskan alamat sumber informasi itu dengan “www” diawalnya. Sebagai contoh www.engineeringtown.com. Nah, tahukah kalian apa kepanjangan dari www itu? Dan apakah sebenarnya www itu? Yuks kita cari tau…

World Wide Web terdiri dari jutaan situs web (web site) dan setiap web site terdiri banyak halaman web (web page). Halaman Web adalah halaman yang tampak dari sebuah software web browser. Halaman-halaman web ini tersebar di seluruh dunia di komputer-komputer server yang terhubung dengan internet.

Seiring dengan semakin berkembangnya jaringan internet di seluruh dunia, maka jumlah situs web yang tersedia juga semakin meningkat. Hingga saat ini, jumlah halaman web yang bisa diakses melalui internet telah mencapai angka miliaran. Untuk memudahkan penelusuran halaman web, terutama untuk menemukan halaman yang memuat topik-topik yang spesifik, maka para pengakses web dapat menggunakan suatu search engine (mesin pencari). Penelusuran berdasarkan search engine dilakukan berdasarkan kata kunci (keyword) yang kemudian akan dicocokkan oleh search engine dengan database (basis data) miliknya. Saat ini, search engine yang sering digunakan antara lain adalah Google (www.google.com) dan Yahoo (www.yahoo.com).

Sumber : http://www.engineeringtown.com
Read More...

Keutamaan Bulan Ramadhan

Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in.

Sebentar lagi kita akan menginjak bulan Ramadhan. Sudah saatnya kita mempersiapkan ilmu untuk menyongsong bulan tersebut. Insya Allah, kesempatan kali ini dan selanjutnya, muslim.or.id mulai menampilkan artikel-artikel seputar puasa Ramadhan. Semoga dengan persiapan ilmu ini, ibadah Ramadhan kita semakin lebih baik dari sebelumnya.

Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an

Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”[1]

Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”[2]

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” [3]

Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Pada bulan ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah –yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3

”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Dan Allah Ta’ala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah[4]. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.[5]

Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”[6]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”.[7] An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.”[8] An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”[9]

Raihlah berbagai keutamaan di bulan tersebut, wahai Saudaraku!

Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin meningkatkan amalan sholih di bulan Ramadhan.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

Read More...

Selasa, 20 Juli 2010

Bahaya Plastik?


Plastik merupakan bahan yang tak asing lagi bagi kita. Banyak barang kebutuhan sehari-hari yang terbuat dari plastik. Mulai dari botol minum, pipa paralon, tempat makan, gelas, kantong kresek untuk belanja, dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu hampir bisa dipastikan kita semua pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang terbuat dari plastik. Akan tetapi plastik dapat beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Secara internasional telah diatur kode untuk kemasan plastik yang sangat perlu untuk diketahui, karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis bahan serta cara dan dampak pemanfaatannya bagi manusia. Secara umum tanda tersebut berada di dasar, berbentuk segi tiga, di dalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastik di bawah segitiga, dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut:

1. Polyethylene Terephthalate (PET, PETE)
PET biasanya dipergunakan di botol minuman dan jenisnya transparan, jernih/bening. Botol-botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Karena bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat atau panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).

2.High Density Polyethylene (HDPE)
Benda dengan kode HDPE bentuknya berwarna putih susu dan digunakan untuk botol susu, jus, air, kotak sereal, produk pencuci, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

3. Vinyl (Polyvinyl Chloride or PVC)
Bahan ini paling susah untuk didaur ulang dan biasa digunakan untuk pipa, kontruksi bangunan, plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Bahan ini lebih tahan terhadap bahan senyawa kimia, minyak, dll. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)
Benda dengan kode LDPE biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek (madu, mustard). Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. Polypropylene (PP)
Barang dengan kode ini merupakan pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum, tempat obat dan botol minum untuk bayi. Cirinya biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

6. Polystyrene (PS)
PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, tempat CD, karton tempat telor, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf. Bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. Other Barang dengan kode ini bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, botol susu, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate), yang seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidak berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan.

Dari berbagai sumber
Read More...

Minggu, 11 Juli 2010

Kembali Ke Sekolah Setelah Liburan Panjang

Liburan sekolah nyaris usai. Anak-anak pun harus kembali ke rutinitas mereka sehari-hari: bangun pagi, berangkat sekolah, kena macet di jalanan, mengerjakan PR/tugas di sore hari, dan seterusnya. Bagi sebagian anak, kembali ke sekolah bisa membuat mereka merasa takut atau was-was. Terutama siswa yang harus menempati sekolah baru karena telah lulus SD/SMP. Begitu juga anak-anak yang baru pertama kali masuk kelompok bermain atau TK. Nah, berikut ini sejumlah saran untuk memperlancar dan mempermudah anak agar dengan riang gembira menyambut hari pertama sekolah.

KLIK - Detail Atur Jam Tidur
Pada liburan panjang seperti sekarang ini, jadwal tidur anak-anak biasanya tidak teratur. Sesudah melakukan sejumlah kegiatan di siang hari, keesokan paginya mereka bangun sesuka hati mereka. Anda pun biasanya cenderung mengizinkan mereka untuk berbuat "sesuka hati" dan tidak menerapkan jam tidur yang ketat. Toh, mereka tengah menikmati masa istirahat setelah sekian bulan memeras otak dan tenaga di sekolah.

Sebaiknya, satu minggu sebelum masuk sekolah, atur kembali jam tidur mereka seperti pada waktu hari sekolah. Biasakan anak untuk tidur dan bangun pada jam tertentu agar ia kembali terbiasa dan tidak kaget dengan perubahan yang tiba-tiba ketika harus menghadapi hari pertama sekolah. Hal ini juga mengurangi stres di hari pertama. Jangan lupa, lakukan setidaknya seminggu sebelum hari pertama sekolah.

Ingatkan Yang Menyenangkan
Bila anak terluhat agak resah menghadapi tahun ajaran baru, entah karena pindah sekolah atau khawatir tak sekelas lagi dengan sahabat-sahabatnya, tunjukkan padanya sikap positif. Maksudnya, ingatkan akan hal-hal yang menyenangkan mengenai sekolah seperti berdarmawisata bersama teman-teman sekelas, pertandingan olah raga antar-kelas, acara kesenian, yang sudah dialaminya pada tahun-tahun sebelumnya. Yakinkan anak, pasti akan ada hal-hal baru yang menyenangkan yang akan dialami pada tahun ini.

Kunjungan
Ini sangat dianjurkan terutama bagi anak-anak yang masih duduk di kelompok bermain, Taman Kanak-Kanak, atau baru masuk kelas 1 SD. Se-baiknya ajak mereka mengunjungi dan mengenal sekolah barunya. Kalau bisa, minta izin dari para pengajar atau pegawai sekolah agar dapat membawa anak mengelilingi sekolah dan melihat kelas yang akan ditempatinya. Dengan demikian rasa canggung serta kekhawatiran anak akan berkurang karena dia merasa sudah mengenal sekolah tersebut dan anak akan menjadi lebih percaya diri pada hari pertama masuk sekolah.

Lengkapi Kebutuhan Sekolah
Akan sangat menyenangkan bila dapat pergi bersama anak membeli keperluan sekolah mereka. Ini sekaligus memberi rasa tanggung jawab kepada mereka. Biarkan ia memilih sendiri keperluan-keperluan tersebut seperti tas sekolah, kotak roti, botol minum, pensil, krayon, tempat pensil, dan lainnya. Bila anak Anda lebih besar, mungkin perlu dibelikan kamus, kalkulator atau atlas. Biasanya para guru akan meminta murid-murid un-tuk menceritakan liburan mereka dan untuk itu ingatkan anak untuk menyiapkannya. Kalau perlu, bantu mereka.

Laporan Kegiatan
Adalah penting untuk mengetahui apa yang dialami anak di sekolah. Jelaskan padanya, pendidikan sangat berharga bagi mereka dan Anda berusaha memberi pendidikan yang terbaik baginya. Hindari pertanyaan, "Bagaimana tadi di sekolah?", karena kalimat ini hanya memerlukan satu jawaban. Buat pertanyaan seperti sebuah permainan, misalnya, minta anak memberi penilaian terhadap hari yang dilaluinya (antara 1 sampai 5, misalnya) dan tanyakan padanya, mengapa ia memberi angka tersebut. Dengan demikian, pembicaraan antara Anda dan anak akan lebih berkembang.

Pekerjaan Rumah
Membantu anak mengerjakan pekerjaan rumahnya merupakan cara yang efektif untuk memperlihatkan padanya, Anda peduli dengan apa yang mereka pelajari di sekolah. Tentu saja bukan membantu membuatkannya, melainkan menemaninya saat bikin PR, menolong jika memang diperlukan. Bila orang tua tidak peduli dan tidak menyadari pentingnya pelajaran yang diikuti anaknya, tidak heran bila anak tersebut tidak perduli dengan pelajaran yang diberikan kepada mereka.

Libatkan Diri
Dengan melibatkan diri Anda pada kegiatan yang diadakan di sekolah, menunjukkan dukungan dan antusiasme terhadap pengalaman belajar anak Anda. Anda dapat berpartisipasi pada bazar sekolah, ikut menyiapkan acara kesenian, darmawisata, dan sebagainya. Berpartisipasi seperti ini juga memudahkan Anda berkomunikasi mengenai perkembangan anak Anda dan mengenai apa-apa yang terjadi di sekolah baik dengan guru, karyawan sekolah, maupun sesama orang tua murid.

Buka Mata & Telinga
Bila kebiasaan makan atau tidur anak berubah secara drastis, biasanya merupakan tanda-tanda ia mempunyai masalah dalam menyesuaikan diri de-ngan kelas atau sekolah barunya. Perubahan lain yang perlu diperhatikan adalah bila anak yang tadinya biasa menceritakan mengenai kejadian di sekolah, tiba-tiba berhenti melakukan kebiasaan tersebut. Bisa jadi dia punya masalah di sekolah.

Baca & Baca
Meluangkan waktu untuk membaca buku bersama anak merupakan hal yang tidak ternilai harganya. Usahakan Anda dapat melakukannya setiap hari untuk beberapa waktu. Untuk anak yang sudah agak besar, minta ia membaca beberapa halaman setiap harinya.

Jalin Hubungan
Berkomunikasi dengan guru secara teratur merupakan hal yang penting yang dapat mempengaruhi pendidikannya. Guru dapat memberitahu bila anak Anda mengalami masalah-masalah yang berhubungan dengan emosi, hubungan sosial, juga soal pelajaran. Demikian juga sebaliknya. Bila anak sakit, Anda bercerai dari suami, meninggalnya salah satu anggota keluarga, atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi pelajaran anak, Anda dapat menceritakannya kepada guru sehingga Anda dan guru bisa bekerja sama mengatasi masalah belajar, bila ada, yang dihadapi anak.TIPS JALIN HUBUNGAN DENGAN GURU & SEKOLAH
1. Bicarakan dengan anak tentang sekolahnya tiap hari. Ini cara yang baik untuk mengetahui apa yang ia pelajari di sekolah dan un-tuk mengenali permasalahan yang mungkin ada dan harus Anda diskusikan dengan gurunya. Sebaiknya percakapan dengan anak dimulai dengan pertanyaan, "Apa kegiatan yang kamu sukai hari ini?" dan bukan "Bagaimana di sekolah hari ini?"

2. Baca semua catatan atau pengumuman yang dibawa anak dari sekolah. Biasanya guru mengirimkan laporan berkala harian atau mingguan yang berisi informasi mengenai berbagai hal. Karena biasanya anak lupa menyampaikannya pada orangtua, sering-seringlah memeriksa tas sekolahnya. Ada juga guru yang memberi informasi melalui website sekolah. Jadi, periksalah
website sekolah secara teratur.

3. Ceritakan semua. Kirim surat ke sekolah atau datang langsung ke guru dan ceritakan tentang segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan anak Anda yang mungkin akan mempengaruhinya di sekolah. Entah itu krisis yang dialami ketika sakit, perceraian orang tua, mendapat adik baru, atau ibu harus kembali bekerja. Jika anak menderita sakit tertentu, sebutkan juga obat yang biasa ia konsumsi.

4. Jadilah pembimbing yang baik. Andalah pembimbing yang terbaik bagi anak dan juga yang paling tahu tentang kemampuan dan minat anak Anda. Jangan terfokus hanya pada masalah-masalah yang ada. Biarkan guru memahami juga kelebihan dan kekurangan anak.

5. Patuhi jadwal. Dalam keadaan mendesak, jangan ragu untuk menghubungi sekolah setiap saat. Untuk hal-hal yang rutin, pilihlah waktu yang tepat untuk menghubungi guru. Pada umumnya mereka menyediakan waktu khusus untuk pertemuan guru-orang tua murid.

6. Luangkan waktu. Berkunjung secara teratur ke sekolah anak, bahkan ke kelasnya adalah cara yang baik untuk mengetahui kegiatan anak dari dekat. Tawarkan diri sebagai tutor bagimurid-murid secara individu (mendengar mereka membaca buku, misalnya) atau membantu rencana khusus sekolah seperti bazar, acara kesenian. Anda bisa juga mengawal anak-anak pada waktu karyawisata, menceritakan tentang karier atau latar belakang budaya Anda, atau memberi pelajaran di kelas mengenai cara membuat hidangan khusus atau pertunjukan kesenian.

7. Bawa pengetahuan ke rumah. Kontribusi terbesar yang dapat dilakukan orangtua adalah membacakan buku untuk anak-anak mereka. Terapkan pula aktivitas sehari-hari di rumah ke konsep yang dipelajari anak di sekolah. Misalnya, menjelaskan perihal gizi pada sarapan pagi dengan menggunakan informasi yang tercantum pada bagian belakang kotak sereal atau tentang persentase kandungan lemak pada susu skim dan susu biasa.

8. Jangan sungkan bertanya. Guru juga ingin mendengar dari Anda mengenai anak Anda. Ada guru yangbaik dalam berhubungan dengan orang tua, ada juga yang tidak. Tapi sebagian besar dari mereka menghargai kontribusi dan pehatian orang tua murid. Jadi, bila ada yang ingin ditanyakan pada guru tentang anak Anda atau sekolahnya, jangan ragu untuk bertanya!
Read More...

Rabu, 30 Juni 2010

Menciptakan Suasana Kelas Serius tapi Santai

Profesi Guru
Rekan-rekan semuanya khususnya para guru-guru seluruh indonesia. Tak bisa di pungkiri bahwa profesi sebagai guru bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Sangat diragukan keseriusanya berprofesi sebagai guru apabila seorang guru itu memiliki banyak waktu luang untuk bersantai ria dan bermain-main. bahkan apabila kita sedikit melihat apa yan dimaksud dengan profesi guru didalam Undang-Undang Guru dan Dosen betapa sangatlah berat untuk menjadi seorang guru itu. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi, salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuannya berusaha untuk mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu dan mendewasakan anak didiknya agar dapat mencermati segala fenomena atau persoalan yang ada dengan analisis keilmuannya. Pendidik atau guru memiliki tanggung jawab yang tidak begitu ringan dalam dunia pendidikan ini. Karena itulah, pendidik atau guru berjuang dengan semangat tinggi dan etos kerja yang optimal untuk mewujudkan hasil final yang diinginkan dari tanggung jawab tugasnya agar dapat terlaksana dengan baik.

Guru Sebagai Pendidik
Sebenarnya apa hasil final dari tanggung jawab tugas pendidik atau guru itu? Jawabannya adalah mengantarkan anak didiknya menjadi orang yang berhasil dan sukses dalam keilmuannya serta anak didiknya mampu mengaplikasikan keilmuan yang diberikan padanya dalam masyarakat dan negaranya demi sebuah kemajuan diri. Untuk mencapai tujuan itu, seorang pendidik atau guru tidak cukup hanya dibekali dengan keilmuan akademik saja, maksudnya pintar di bidang kajian keilmuannya saja, tetapi lebih dari itu pendidik atau guru juga harus dibekali keilmuan lain seperti keilmuan dalam metode dan teknik mengajar yang baik, terutama metode dan teknik menguasai situasi kelas dalam proses belajar mengajar. Karena itu bila saja pendidik atau guru tidak mampu menguasai situasi kelas maka otomatis pendidik atau guru tersebut tidak mampu mentransferkan ilmu pengetahuannya secara maksimal kepada anak didiknya. Dikarenakan anak didiknya tidak benar-benar memperhatikan apa yang diberikannya itu. Oleh karena itulah, pendidik atau guru harus mampu menguasai situasi kelas sedini mungkin agar dalam pentransferan ilmu pengetahuan itu dapat diterima anak didiknya dengan baik dan lancar. Dari itulah menguasai situasi kelas bagi guru sangatlah penting.
Untuk dapat menguasai situasi kelas yang baik bukanlah suatu hal yang mudah bagi seorang guru. Perlu berbagai cara dan metode yang harus dilaksanakan. Bahkan ada yang telah menggunakan metode Personal Communication sampai Team Communication. Tetapi ada juga yang menggunakan metode Personal Approach, yaitu metode yang mengadakan pendektan diri pada anak didiknya melalui sikap interaksi langsung antarindividu dan mereka juga harus mengevaluasi dirinya untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan apa yang diinginkan anak didiknya. Hal itu akan berjalan baik tergantung pada interaksi yang dilakukannya.

Namun ada satu metode sederhana yang bisa dilakukan pendidik atau guru dalam menguasai situasi kelas, yaitu Metode Tiga S. Metode Tiga S meliputi:

1. S pertama berarti Serius. Seorang pendidik atau guru harus mampu menciptakan gaya atau suasana dalam ruangan kelas belajarnya yang dapat menimbulkan perhatian anak didiknya untuk serius memperhatikan dan menerima pelajaran yang disampaikannya secara baik. Keseriusan disini bukanlah membuat anak didiknya tegang dan bertambah ribut, seperti takut melihat wajah gurunya. Tetapi keseriusan di sini membuat anak didiknya energik dan bersemangat. Karena itu, semampunya guru harus menciptakan suasana belajar yang nyaman, segar, mengenakkan, dan fresh untuk anak didiknya dalam proses belajar mengajar dengan tidak mengabaikan keseriusan itu. Suasana belajar seperti itu bisa diciptakan oleh guru dengan sikapnya seperti perhatian terhadap setiap anak didiknya, murah senyum yang menunjukkan keramahannya, tidak mudah marah, menghormati anak didiknya, menghargai setiap anak didiknya, sabar, dan bersuara lemah lembut dan berirama yang teratur dalam menyampaikan materi pelajaran yang merupakan modal utama yang mahal untuk kesuksesan dalam pentransferan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya. Selain itu guru harus mampu menghindarkan dirinya dari hal-hal berikut ini yang menyebabkan keharmonisan situasi kelas menjadi terganggu. Hal-hal tersebut yaitu, guru mudah marah atau lekas marah, suka membentak-bentak, suka menghina atau mencerca anak didiknya, mengatakannya bodoh selalu, merendahkan martabat diri anak didiknya, mengkritik anak didiknya terlalu berlebihan melebihi batas standar norma yang berlaku dalam pembelajaran dan guru suka sekali membeberkan kesalahan-kesalahan anak didiknya melampaui batas. Ha-hal yang baik-baik harus betul-betul disadari oleh guru dan guru tersebut dapat menerapkannya serta terus berusaha menghindari hal-hal jelek tersebut dalam pembelajaran demi menciptakan situasi kelas yang akan disenangi anak didiknya. Hal-hal yang tersebut di atas merupakan cerminan dari kepribadian guru yang matang dalam pembelajaran dan tidak ruginya kalau guru memilikinya.
2. S kedua yang berarti Santai. Santai di sini bukanlah berarti guru memberikan kebebasan pada anak didiknya untuk melakukan kegiatan dalam proses belajar mengajar sesantai-santainya sehingga melupakan tujuan yang telah dirumuskan atau melanggar batas norma yang telah ditetapkan. Bukan berarti guru memberikan kebebasan pada anak didiknya untuk melanggar hak asasi manusia. Bukan itu. Santai di sini maksudnya adalah guru mampu membuat anak didiknya menjadi santai dan rileks, tidak takut dan tegang dalam menerima pelajaran yang disampaikan guru tersebut. Hal itu bisa ditunjukkan oleh seorang guru kepada anak didiknya dengan menunjukkan gaya yang tidak mengekang, tetapi dengan gaya guru yang santai dan bersahaja, bersahabat, interaktif, simpatik, dan komunikatif. Bisa juga santai di sini berarti guru harus mampu menyelingi kegiatan belajar mengajarnya dengan seloroh atau humor (sense of humor). Humor ini bisa diciptakan seorang guru lewat permainan kata-kata atau kata plesetan, dan dari gerak tubuh guru yang menciptakan kelucuan. Menciptakan humor tidak semua guru mampu melakukannnya. Tetapi kalau guru mau mencoba, bisa saja humor tersebut dimilikinya. Bisa dia belajar melalui buku-buku humor atau belajar sendiri menciptakan humor dan bisa melalui teman sejawat. Menciptakan humor bagi seorang guru dalam menyelingi pelajaran yang disampaikan sangatlah perlu. Karena humor dapat dimanfaatkan sebagai penetralisasi ketegangan urat syaraf berpikir anak didiknya menjadi segar dan normal seperti sediakala. Jika urat syaraf berpikir anak didiknya normal, segar, dan fresh maka akan terciptalah keinginan anak didiknya yang bersemangat dalam menerima pelajaran yang disampaikan guru tersebut.
3. S yang ketiga berarti Selesai. Rentetan ini adalah rentetan terakhir dari Metode Tiga S yang sederhana ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam pentransferan ilmu pengetahuan yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar akan menuju pada suatu stasiun pencapaian terakhirnya, yaitu selesai. Selesai di sini merupakan hasil yang harus diperoleh dari proses belajar mengajar yang dilakukannya. Tentu hasil belajar mengajar ini diperolehnya sesuai dengan apa yang diinginkan atau diharapkan oleh tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut.

Metode Tiga S ini memiliki proses penerapannya secara berkesinambungan antara bagian yang satu dengan bagiannya yang lain. Mereka itu saling berkaitan dengan tidak bisa dipisah-pisahkan antara satu dengan yang lainnya. Maka dari itu sekiranya ada guru yang ingin menerapkan Metode Tiga S dalam lingkungan belajar mengajar demi menciptakan situasi kelas yang nyaman untuk anak didiknya maka guru itu harus mampu menerapkan Metode Tiga S secara berurutan dari awal sampai akhirnya dan jangan sampai menghilangkan salah satu bagian komponen Metode Tiga S itu. Di samping itu, dengan adanya Metode Tiga S yang sederhana ini mudah-mudahan dapat membuka cakrawala berpikir guru agar lebih giat dan aktif untuk mencari dan menemukan metode dan teknik menguasai situasi kelas yang lebih baik dari Metode Tiga S ini demi sebuah tujuan, yaitu memajukan pendidikan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Sumber : Lebih Jelasnya Disini
Read More...

Senin, 28 Juni 2010

Perlunya Penanaman Budi Pekerti kepada Anak Sedini Mungkin

Kontek tentang budi pekerti ternyata sekarang menjadi perhatiann oleh banyak orang, setelah lama kita tak menyentuh permasalahan budi pekerti, besar harapan orang tua sewaktu akan menyekolahkan anaknya, agar nantinya akan menjadi anak yang tumbuh dan besar menjadi orang yang berbudi pekerti tinggi, kemudian banyak pemerhati yang membuka wacana tentang budi pekerti, tetang bagaimana sebaiknya pedidikan dalam rangka penanaman budi pekerti, apa substansi pokok pendidikan budi pekerti, bagaimana kedudukanya, bagaimana penerapannya dalam proses belajar mengajar dan bagaimana peranan pendidiknya.

Sebenarnya tanggung jawab pendidikan budi pekerti bukan hanya dipihak sekolah saja, akan tetapi yang pertama yaitu keluarga, lingkungan, masyarakat juga harus berperan aktif, ketika sianak memasuki bangku sekolah, peranan pendidik melanjutkan dan mambantu peningkatan apa yang sudah dilakukan orang tua didalam keluarga karena waktu yang terbanyak adalah dilingkungan keluarga, maka pendidikan budi pekerti harus sudah dimulai dari keluarga oleh orang tuanya terlebih dahulu sehingga jika ada persepsi bahwa tanggung jawab penanaman budi pekerti hanya pada sekolah jelas keliru.

Keprihatinan.

Sebenarnya kita berangkat dari sebuah keprihatinan yang sedang terjadi sekarang yaitu jika kita melihat pekembangan ramaja dimasyarakat, kita sangat prihatin, banyak sekali kasus yang seharusnya tidak perlu terjadi seandainya jika budi pekerti sudah tertanam pada mereka sedini mungkin, sebagai contoh ada siswa berani pada guru, pada orang tua, perkelahian antar pelajar bahkan ada yang berani melakukan kejahatan.

Berpijak dari hal tersebut, maka marilah kita coba menyimak masalah budi pekerti menjadi sebuah wacanan yang menarik, yang perlu kita cermati Bersama-sama,

Ada tiga kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh Pemerintah sebagai pedoman Departemen Pendidikan Nasional, yaitu : peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan taknologi, pendidikan budi pekerti, dan pengambangn baca tulis,

Penanaman budi pekerti sebaiknya dimasukan pada kurikulum, agar nantinya pada siswa tertanam sikap moral, sosial, serta budi pekerti yang tinggi. Bahwa sebenarnya komitmen bangsa kita terhadap pendidikan budi pekerti cukup kuat, sepanjang sejarah budi pekerti selalu menjadi bagian dari proses pendidikan di sekolah.

Dalam aplikasi pendidikan budi pekerti, pemerintah tidak menjadi pendidikan budi pekerti menjadi salah satu mata pelajaran tetapi mengintegrasikannya ke dalam mata pelajaran yang telah diajarkan disekolah, hal ini untuk mengindari penekanan yang berlebihan pada aspek kognitif.

Budi pekerti merupakan masalah yang pelik, bahkan sering dianggap sebagai sesuatu yang absrak karena konsep budi pekerti balum terungkap secara operasional.

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, budi pekerti adalah tingkah laku, perangai akhlak ataupun watak. Sikap dan tingkah laku sesorang tercermin dalam kegiatan hidup kesehariannya seperti tampak dalam hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan diri sendiri, hubungan dengan keluarga, hubungan dengan masyarakat, hubungan dengan alam sekitar.

Dalam buku Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur (Balai Pustaka., 1997) terdapat 56 sikap budi pekerti luhur yaitu : bekerja keras, berani memikul resiko, berdisiplin, beriman, berhati lembut, berinisiatif, berpikir matang, berpikir jauh kedepan, bersahaja, bersemangat, bersikap konstruktif, bersyukur, bertanggung jawab, bertenggang rasa, bijaksana, cerdik, cermat, dinamis, efisien, gigih, hemat, jujur, berkemauan keras, kreatif, kukuh hati, lugas, mandiri, mawas diri, menghargai karya orang lain, menghargai kesehatan, menghargai waktu, pemaaf, pemurah, pengabdian, pengendalian diri, produktif, rajin, ramah tamah, rasa kasih sayang, rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, setia, tekun, tepat janji, terbuka, dan ulet.

Menurut Edi Sedyawati (1997), sikap dan perilaku budi pekerti mengandung lima jangkauan, yaitu :

1. Sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan Tuhan, yaitu setiap manusia Indonesia harus kenal, ingat, berdo’a dan bertawakal kepada Tuhannya, dalam rangka pembentukan budi pekerti yang didasarkan pada keagamaan.
2. Sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan diri sendiri, yaitu setiap manusia Indonesia harus mempunyai jatidiri, agar seseorang akan mampu menghargai dirinya sendiri karena mempunyai konsep diri yang positip.
3. Sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan keluarga, yaitu seseorang tidak mungkin hidup tanpa lingkungan social yang terdekat yang mendukung perkembangannya, yaitu keluarga. Untuk itu perlu suatu penyesuaian diri diantara nilai yang diyakini dengan nilai yang berlaku dalam keluarga.
4. Sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan masyarakat dan bangsa, yaitu sikap dan perilaku ini merupakan sikap penyesuaian diri yang diperlukan terhadap lingkungan yang lebih luas, tempat ia dapat lebih mengekspresikan dirinya secara lebih luas setelah ia dewasa.
5. Sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan alam sekitar, yaitu seseorang tidak bertahan hidup tanpa adanya dukungan lingkungan yang sesuai, serasi dan tepat seperti yang dibutuhkannya. Untuk itulah terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi demi menjaga kelestarian dan keserasian antara hubungan manusia dan alam sekitar.

Demikian betapa idealnya tata/norma tersebut apabila dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada anak didik kita dan betapa mulianya perilaku yang demikian tadi, akan tetapi untuk mewujudkan semua itu tidaklah mudah, banyak hal yang harus kita perhatikan mulai bagaimana proses pendidikan dirumah/dilingkungan keluarga yaitu orang tua, masyarakat yaitu anggota masyarakat dilingkungan tepat pergaulan sehari-hari, dan sekolah yaitu guru dan taman-teman sepermainanya.

Keteladanan guru di Sekolah.

Sekolah memiliki potensi paling besar dalam rangka mendidik anak-anak, berdasarkan tugas sekolah membina bakat intelaktual, mengembangkan kemampuan menilai dengan tepat, mengembangkan kepekaan terhadap nilai-nilai, mempersiapkan kehidupan profesi, memupuk bakat dan minat anak. Maka sebaiknya pendidikan budi pekerti terintegrasikan dalam prose pembelajaran tententu atau pada mata pejaran tersendiri, kedua-duanya ada untung ruginya.

Disekolah secara moral guru punya tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai dan bentuk sikap yang baik kepada siswa, disini guru harus mempunyai kredibilitas yang tinggi dimata siswa, karena makin tinggi pengaruh seorang guru dapat dipercaya oleh siswa yang dibinanya, guru harus memahami profil guru yang dianggap baik oleh siswa, oleh karena itu guru harus dapat menjadi contoh, bersikap dan bertindak benar dalam hidup sesuai dengan asas : ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, dalam menanamkan sikap-sikap positif kemasyarakat sekolah membutuhkan cara kreatif, cara yang berbeda dengan pengjaran formal hal itu perlu disadari oleh setiap guru, bagaimana mempengaruhi dan menumbuhkan nilai-nilai sehingga terbentuk sikap-sikap yang baik pada diri siswa.

Dalam menanamkan budi pekerti, guru harus mampu menciptakan suasana baik untuk pertumbuhan sika-sikap positif sehingga mampu mempengaruhi masyarakat disekolah, nilai-nilai dan sikap yang tumbuh dan berkembang dilingkungan sekolah merupakan akibat dari keterserapan nilai-nilai hidup yang terpancar dari guru yang dapat menciptakan lingkungan yang bersifat kondusif, unsur lingkungan sosial yang berpengaruh dan sangat penting adalah unsur manusia yang langsung dikenal dan dihadapi seseorang sebagai perwujudan nilai-nilai tertentu. Jadi bila seorang guru mau menanamkan nilai-nilai dan sikap-sikap hidup positif pada masyarakat sekolah, ia harus hadir sebagai perwujudan nilai-nilai positif itu.

Seorang guru harus hadir di tengah-tengah masyarakat sekolah sebagai personifikasi nilai-nilai, ia perlu selalu mendidik diri sendiri , Proses mendidik diri sendiri harus berlangsung terus-menerus sebagai proses yang panjang. Tugas utama mengajar siswa dikelas, tetapi didalam kelas dan diluar kelas guru tetap sebagai pendidik.

Pengaruh guru terhadap siswa dalam nenanamkan nilai-nilai sehingga terbentuk sikap-sikap positif pada diri siswa cukup besar, hal itu bisa terjadi bila guru hadir di tengah-tengah siswa sebagai personifikasi nilai-nilai hidup yang ditanamkan, kepercayaan guru oleh siswa harus sungguh besar, bila kredibilitas anutan dengan baik dihati para siswa, kehadirannya akan diterima secara penuh, keteladanan dalam mewujudkan nilai-nilai hidup akan dilihat dan ditiru oleh para siswa., dengan keteladanan yang diterima para siswa, mereka akan termotivasi, akan tergerak dan terdorong mengikuti jejak guru dalam mewujudkan nilai-nilai yang benar dalam kehidupan.

Selain hal tersebut diatas sebaiknya siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan dirinya disekolah melalui berbagai kegiatan peserti Olah Raga, seni, Pramuka, Palang Merah Remaja, Kegiatan Kerokhanian, karena melaui kegiatan tersebut nilai-nilai budi pekerti dapat kita sisipkan secara tahap demi tahap, dalam suasana yang menyenangkan sehingga segala emosi akan tercurahkan pada kegiatan yang positip,

Peran orang tua.

Pendidikan budi pekerti juga menjadi tanggung jawab orang tua dirumah, karena waktu dirumah adalah yang paling banyak, sehingga jelas orang tua dalam pergaulaanya dengan anaknya waktunya lebih banyak, seorang anak mulai dari masih bayi sudah dididik, yang pertama oleh seorang ibu dengan kasih sayangnya mengasuh memberikan berbagai simbul-sibul kehidupan pada sianak, setelah mulai besar diajari tentang perilaku kehidupan, kemudian saat sudah mulai dewasa ditanamkan norma-norma kehidupan di masyarakat. Dalam menanamkan budi pekerti orang tua harus memberikan suri tauladan pada anak-anaknya, karena dengan melihat perilaku orang tua dalam kehidupan sehari-hari anak secara tidak langsung akan melihat dan menirunya.

Tahapan Pendidikan Budi Pekerti.

1. Pada masa anak-anak yaitu dengan membiasakan betingkah laku serta berbuat menurut peraturan atau kebiasaan yang umum. Jadi pada masa anak-anak mulai di dalam keluarga dan di Taman Kanak-Kanak dilatih membiasakan perilaku-perilaku yang baik, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, dilakukan secara berulang-ulang sampai menjadi kebiasaan. Misalnya : Bangun pagi, makan bersama, mandi dua kali sehari, berpaikan rapi dan bersih, memcuci tangan setiap akan makan, berdo’a setiap akan melakukan kegiatan, berpamitan/meminta izin setiap kali akan berpergian, dll.
2. Pada usia beranjak dewasa yaitu mulai diberi pengertian tentang tingkah laku kebaikan dan menghindari keburukan dalam kehidupan sehari-hari, dan ditanamkanya sikap mau menginsafi dan menyadari jika melakukan kesalahan dan mau memaafkan bila ada pihak yang salah meminta maaf, ditanamkan sikap tentang sopan santun, kesusilaan, ungah-ungguh, untuk menanamkan hal tersebut dapat melalui kegiatan Kepemudaan, Pramuka, OSIS, kelompok Pencinta Alam, Kegiatan Palang Merah Ramaja, Olah Raga, Ikatan Ramaja Masjid, dll.
3. Pada usia dewasa yaitu mulai ditanamkan norma-norma kehidupan beragama, berbangsa, bemayaraskat, mengerti dan memahami norma etika, hukum, kesusilaan, kebudayaan, adat istiadat. Dalam penanaman budi pekerti disini harus meliputi teori dan praktek “Ngerti, Ngrasa, Nglakoni” artinya bahwa dalam melaksanankan pendidikan budi pekerti haruslah tertanam pengertian yang betul betul dipahami, dan merasa sebagai suatu kebutuhan, kemudian melaksanakannya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan Budi Pekerti Luhur sangat penting, olah karena itu harus ditanamkan sejak mulai dari dalam kehidupan dilingkungan Rumah terutama orang tua yang paling banyak berperan menuntun terhadap tata nilai kehidupan yang baik pada anak-anaknya, Sekolah yaitu guru sebagai pendidik hendaknya dapat memberikan bimbingan kearah yang baik pada anak didiknya, di masyarakat hendaknya terciptanya pergaulan yang baik yaitu berkembangnya rasa tenggang rasa, saling menghormati/menghargai, dan patuh pada norma-norma yang berlaku. Sehingga akan tercipa masyarakat yang berbudi pekerti luhur.

Sumber :Lebih Jelasnya Disini
Read More...

Ubah Bahasa


English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pengunjung

msn spaces stats

Yang Berkunjung

free counters

Yang Lagi Online

Yang Online Hari ini

Facebook

 

Reader Community

Galery Photo